Test Bahasa Cinta

Apa Itu Bahasa Cinta?

Sebagian besar permasalahan anak dan pasangan dikarenakan kosongnya Tangki Cinta. Seperti halnya sepeda motor, apabila tangki bensinnya kosong, diperlakukan seperti apapun motor itu tetap tidak akan bisa jalan. Begitu pun anak dan pasangan kita, apabil kasih sayangnya tidak terisi maka apapun yang kita perintahkan sulit diterima, bahkan dia akan berbalik membuat kita kerepotan, sulit dikendalikan, semangat hidupnya hilang, selalu membuat masalah. Oleh karena itu solusinya kita sebagai orang tua dan pasangannya harus secepatnya mengisi Cintanya dengan bahasa cinta yang sesuai dengan yang mereka inginkan.

Terdapat 5 jenis bahasa cinta yaitu, kata-kata pendukung, hadiah, quality time, sentuhan fisik, dan pelayanan. Dengan mengisi 25 pertanyaan ini kita dapat melihat bahasa cinta yang dominan anak maupun pasangan kita.

Langkah mengisi tes bahasa cinta ini :

  1. Tentukan siapa orang yang akan kita tes bahasa cintanya, apakah anak pertama, kedua, suami, atau bahkan bisa diri anda sendiri.
  2. Silahkan diisi berdasarkan pengamatan anda pada orang tersebut, (anda menilai dirinya, ini bukan tentang diri anda melainkan tentang dirinya dimata anda)
  3. Isi semua pertanyaan sesuai dengan pengamatan anda, jangan ada satu pun pertanyaan yang terlewat
  4. Klik “Lihat Hasil” apabila telah mengisi semua pertanyaan
  5. Perhatikan curva hasilnya, perhatikan bagian bahasa cinta yang lebih tinggi, bisa jadi terdapat 2 sampai 3 bahasa cinta yang lebih tinggi, itu artinya dia memiliki bahasa cinta lebih banyak.
  6. Selamat mencoba, apabila membutuhkan informasi tambahan atau penjelasan yang lebih detail silahkan hubungi admin ayah abatasa di WA 0853 2162 9494

 


 

1.Apakah Dia Gampang memuji orang lain?
2.Mudah memberikan kata-kata semangat yang memupuk semangat dan membesarkan hati
3.Memiliki gaya bicara yang ramah dan intonasi suara yang bersahabat
4.Dalam berbicara menggunakan kata-kata yang merendah berupa permohonan, bukan tuntutan
5.Kata-kata yang ditujukan kepada lawan bicara cenderung merupakan kata-kata dorongan, bukan sanggahan maupun kritikan
6.Mampu memberi perhatian sepenuhnya pada lawan bicara dengan tatapan mata, mendengarkan tanpa sering menyela dan tampak terburu-buru
7.Senang menghabiskan waktu bersama orang lain dan melakukan aktivitas bersama
8.Menikmati dialog simpatik dengan berbagi pengalaman, pikiran dan perasaan dalam konteks yang ramah dan kontinyu
9.Memiliki kemampuan mendengarkan lawan bicara dengan penuh empati dan tidak sambil melakukan kegiatan lain
10.Sangat menikmat aktivitas dan pengalaman bersama orang lain dalam nuansa penuh kepedulian dan saling memahami
11.Memiliki prinsip yang kuat bahwa kasih harus dibuktikan dengan pemberian, bingkisan, uang dan lain sebagainya
12.Senang sekali menerima suatu pemberian tanpa memandang nilai, bentuk maupun jenis pemberian tersebut
13.Cenderung lebih senang memberi daripada menabung
14.Mengangap bahwa kehadiran fisik disaat orang lain sedang kritis adalah hadiah paling berharga yang bisa diberikan
15.Senang membuat, menemukan maupun membeli sesuatu untu diberikan kepada orang lain
16.Senang melakukan hal-hal yang orang lain harapkan kita lakukan
17.Sering melakukan sesuatu bagi orang lain yang memerlukan pemikiran, perencanaan, waktu, usaha dan energi
18.Berpendapat bahwa melakukan sesuatu untuk orang lain adalah wujud kasih kepadanya
19.Senang melakukan hal-hal praktis untuk orang yang dikasihi
20.Merasa dicintai bila menerima pelayanan dari orang lain
21.Memiliki spontanitas yang kuat dalam berjabat tangan dan berpelukan untuk menunjukan kedekatan dan keterbukaan
22.Secara naluriah mengharapkan pelukan dari seseorang di saat kritis
23.Setuju bahwa tidak ada yang lebih penting dari memeluk orang yang dikasihi di saat ia menangis
24.Beranggapan bahwa sentuhan fisik merupakan komunikator yang kuat
25.Merasa diperhatikan dan dikasihi bila menerima sentuhan fisik

Diposting pada